Cara Menghitung Laba Kotor

Halo Sobat JSI! Apakah kamu sedang bingung menghitung laba kotor dari bisnis kamu? Jangan khawatir, dalam artikel ini kami akan memberikan panduan lengkap tentang cara menghitung laba kotor. Yuk, simak artikel ini sampai selesai!

Pengertian Laba Kotor

Laba kotor adalah selisih antara penjualan dan biaya produksi barang atau jasa yang dihasilkan. Dalam penghitungannya, biaya produksi tersebut mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya-biaya lainnya yang dikeluarkan dalam proses produksi.

Laba kotor ini sangat penting untuk diketahui oleh pemilik usaha, karena akan menjadi acuan dalam menjalankan bisnis kedepannya. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui cara menghitung laba kotor yang benar.

Cara Menghitung Laba Kotor

Berikut adalah cara menghitung laba kotor yang bisa kamu lakukan:

Langkah Penjelasan
1 Hitung total penjualan
2 Hitung total biaya produksi
3 Kurangi total biaya produksi dari total penjualan
4 Hasilnya adalah laba kotor

Nah, sekarang kita akan membahas setiap langkah tersebut secara detail.

1. Hitung Total Penjualan

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menghitung total penjualan. Total penjualan ini mencakup semua pendapatan yang kamu dapatkan dari menjual barang atau jasa dalam periode tertentu.

Contoh:

Jika kamu memiliki toko baju dan total penjualan selama satu bulan sebesar Rp10.000.000,- maka Rp10.000.000,- tersebut adalah total penjualan yang perlu kamu catat.

2. Hitung Total Biaya Produksi

Langkah berikutnya adalah menghitung total biaya produksi. Biaya produksi ini mencakup semua biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi, seperti bahan baku, tenaga kerja, dan biaya-biaya lainnya.

Contoh:

Jika kamu memiliki toko baju dan total biaya produksi selama satu bulan sebesar Rp7.000.000,- maka Rp7.000.000,- tersebut adalah total biaya produksi yang perlu kamu catat.

3. Kurangi Total Biaya Produksi dari Total Penjualan

Langkah selanjutnya adalah mengurangi total biaya produksi dari total penjualan. Dalam langkah ini, kamu akan mendapatkan angka laba kotor dari bisnis kamu.

Contoh:

Jika total penjualan kamu selama satu bulan sebesar Rp10.000.000,- dan total biaya produksi kamu selama satu bulan sebesar Rp7.000.000,- maka:

Laba Kotor = Total Penjualan – Total Biaya Produksi

Laba Kotor = Rp10.000.000,- – Rp7.000.000,-

Laba Kotor = Rp3.000.000,-

4. Hasilnya adalah Laba Kotor

Setelah kamu melakukan pengurangan antara total penjualan dengan total biaya produksi, maka yang kamu peroleh adalah laba kotor dari bisnis kamu.

Contoh:

Hasil pengurangan total penjualan sebesar Rp10.000.000,- dengan total biaya produksi sebesar Rp7.000.000,- adalah sebesar Rp3.000.000,-. Jadi, laba kotor dari bisnis kamu adalah Rp3.000.000,- selama satu bulan.

FAQ

1. Apa itu Laba Kotor?

Laba kotor adalah selisih antara penjualan dan biaya produksi barang atau jasa yang dihasilkan.

2. Kenapa Penting untuk Menghitung Laba Kotor?

Laba kotor sangat penting untuk diketahui oleh pemilik usaha, karena akan menjadi acuan dalam menjalankan bisnis kedepannya.

3. Apa Saja yang Termasuk dalam Biaya Produksi?

Biaya produksi mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja, dan biaya-biaya lainnya yang dikeluarkan dalam proses produksi.

Penutup

Demikianlah artikel tentang cara menghitung laba kotor. Dengan mengetahui cara menghitung laba kotor yang benar, kamu bisa lebih mudah dalam memantau kesehatan finansial dari bisnis kamu. Semoga Bermanfaat dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya.

Cuplikan video:Cara Menghitung Laba Kotor