Cara Resign Kerja: Panduan Praktis untuk Sobat JSI

Halo Sobat JSI! Apakah kalian sedang berpikir untuk resign dari pekerjaan kalian sekarang? Mungkin ada banyak alasan mengapa kalian ingin resign, mulai dari mencari pekerjaan yang lebih baik, ingin fokus pada bisnis sendiri, atau bahkan ingin berlibur selama beberapa bulan.

Tapi sebelum kalian memutuskan untuk resign kerja, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan dipertimbangkan terlebih dahulu. Dalam artikel ini, kita akan membahas cara resign kerja dengan langkah-langkah yang jelas dan mudah diikuti. Simak dengan baik ya, Sobat JSI!

1. Evaluasi Keputusan Anda

Resign dari pekerjaan adalah keputusan besar. Sebelum kalian menyerahkan surat resign, ada baiknya untuk mengevaluasi lagi keputusan kalian tersebut. Pertama-tama, pastikan bahwa kalian sudah mempertimbangkan segala hal, seperti:

Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum resign Contoh pertanyaan yang perlu diajukan
Gaji dan tunjangan Apakah gaji saat ini sudah mencukupi kebutuhan saya?
Pekerjaan saat ini Apakah pekerjaan saat ini masih menantang dan memberikan pengalaman baru?
Pekerjaan baru Apakah pekerjaan baru yang saya dapatkan memiliki prospek yang baik dan sesuai dengan minat dan kemampuan saya?
Keuangan Apakah saya sudah memiliki cadangan keuangan yang cukup untuk mengatasi masa transisi saat tidak bekerja?

Pertimbangkan semua faktor ini sebelum kalian membuat keputusan yang besar seperti ini. Jangan terburu-buru dan pastikan keputusan kalian sudah matang dan benar-benar dipertimbangkan.

2. Berbicara dengan Atasan

Setelah kalian yakin dengan keputusan kalian, langkah selanjutnya adalah berbicara dengan atasan. Ini adalah tindakan yang sopan dan profesional, karena kalian memberi tahu atasan kalian dengan waktu yang cukup untuk mencari pengganti. Berikut adalah beberapa tips untuk berbicara dengan atasan:

  1. Jangan langsung memberitahu atasan kalian bahwa kalian ingin resign. Berbicaralah dengannya dengan sopan dan profesional, dan kemukakan alasan kalian.
  2. Siapkan diri kalian dengan alasan yang jelas dan objektif. Hindari alasan yang emosional atau mengkritik bos atau perusahaan.
  3. Beri tahu atasan kalian berapa lama kalian masih mau bekerja di perusahaan, misalnya dua minggu atau satu bulan.
  4. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada atasan kalian, terutama jika perusahaan tersebut memberikan banyak pengalaman atau peluang bagi kalian.

3. Menulis Surat Resign

Setelah kalian sudah berbicara dengan atasan, langkah selanjutnya adalah menulis surat resign. Ini adalah dokumen formal yang berisi pernyataan resmi bahwa kalian ingin mengakhiri pekerjaan kalian di perusahaan tersebut. Berikut adalah beberapa tips untuk menulis surat resign:

  • Tulis surat resign dengan format formal, seperti surat bisnis.
  • Mulailah surat dengan ucapan terima kasih dan pernyataan bahwa kalian ingin mengakhiri pekerjaan kalian di perusahaan tersebut. Jangan lupa untuk menyebutkan tanggal resmi kalian berhenti bekerja.
  • Jelaskan alasan kalian dengan jelas dan objektif.
  • Tambahkan ucapan terima kasih lagi untuk pengalaman dan peluang yang diberikan oleh perusahaan tersebut.
  • Jangan lupa untuk menandatangani surat dan memberikannya ke atasan kalian.

4. Menyelesaikan Tugas Terakhir

Setelah kalian menyerahkan surat resign, langkah selanjutnya adalah menyelesaikan tugas terakhir kalian di perusahaan tersebut. Ini adalah tindakan profesional yang menunjukkan bahwa kalian masih menghargai perusahaan tersebut dan ingin meninggalkan kesan yang baik. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu kalian menyelesaikan tugas terakhir:

  1. Buat daftar tugas yang harus diselesaikan dan prioritaskan tugas yang penting atau mendesak.
  2. Jangan terlalu banyak menunda atau menyelesaikan tugas dengan buruk. Ingatlah bahwa ini adalah kesempatan terakhir kalian untuk meninggalkan kesan yang baik.
  3. Jangan ragu untuk meminta bantuan atau saran dari rekan kerja atau atasan kalian jika kalian mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas terakhir.
  4. Jangan lupa untuk membereskan meja kalian dan memberikan salam perpisahan kepada rekan kerja kalian.

5. Memutuskan Masa Depan

Setelah kalian resign, langkah selanjutnya adalah memutuskan masa depan kalian. Kalian bisa mencari pekerjaan baru, fokus pada bisnis sendiri, atau bahkan berlibur selama beberapa bulan. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang perlu kalian jawab untuk memutuskan masa depan kalian:

  1. Apa tujuan jangka panjang kalian? Apakah kalian ingin terus bekerja di bidang yang sama atau mencoba bidang yang baru?
  2. Bagaimana kalian akan mencari pekerjaan baru? Apakah kalian akan melamar secara online atau melalui jasa pencarian kerja?
  3. Bagaimana kalian akan mempersiapkan diri untuk pekerjaan baru? Apakah kalian perlu meningkatkan keterampilan atau memperbarui CV?
  4. Jika kalian ingin mencoba bisnis sendiri, bagaimana kalian akan memulainya? Apakah sudah siap dengan modal dan rencana bisnis yang jelas?
  5. Jika kalian ingin berlibur, bagaimana kalian akan mempersiapkan liburan tersebut? Apakah perlu merencanakan jadwal atau mengatur anggaran?

Setelah kalian menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kalian akan lebih siap untuk memutuskan masa depan kalian setelah resign.

FAQ

1. Berapa lama harus memberi tahu atasan sebelum resign?

Sebaiknya memberi tahu atasan kalian setidaknya dua minggu sebelum resign. Ini memberikan waktu bagi perusahaan untuk mencari pengganti dan menyelesaikan hal-hal penting sebelum kalian meninggalkan perusahaan.

2. Apakah harus memberi tahu rekan kerja sebelum resign?

Terkadang memberitahu rekan kerja sebelum resign bisa membantu memberikan penghormatan pada mereka dan memberikan kesempatan untuk berpamitan. Namun, ini tergantung pada situasi dan hubungan kalian dengan rekan kerja kalian. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan atasan atau HRD tentang keputusan ini.

3. Apakah harus memberikan alasan resign dalam surat resign?

Tidak harus, namun memberikan alasan resign yang jelas dan objektif bisa membantu atasan kalian memahami keputusan kalian. Hindari alasan yang emosional atau mengkritik perusahaan atau atasan kalian.

4. Apa yang harus dilakukan jika atasan menolak surat resign?

Jika atasan kalian menolak surat resign kalian, cobalah untuk mencari tahu alasan mereka menolak. Jika masalah bisa diselesaikan, cobalah untuk menyelesaikannya. Namun, jika kalian sudah yakin dengan keputusan kalian, kalian bisa mencari bantuan dari HRD atau konsultan hukum.

5. Apa yang harus dilakukan jika merasa terlalu emosional saat resign?

Jika kalian merasa terlalu emosional saat berbicara dengan atasan atau menulis surat resign, cobalah untuk tenang dan berbicara dengan penuh kesopanan dan profesionalisme. Jangan ragu untuk meminta bantuan atau saran dari rekan kerja, teman, atau keluarga untuk membantu kalian saat resign.

Semoga Bermanfaat dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya

Cuplikan video:Cara Resign Kerja: Panduan Praktis untuk Sobat JSI