Cara Menghitung Tetesan Infus untuk Sobat JSI

Selamat datang Sobat JSI, kali ini saya akan membahas tentang cara menghitung tetesan infus yang seringkali menjadi kebingungan bagi perawat ataupun mahasiswa keperawatan. Tetesan infus adalah jumlah cairan yang mengalir dalam infus setiap menitnya. Pentingnya menghitung tetesan infus adalah agar pasien mendapatkan cairan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Menghitung Tetesan Infus

Ada beberapa cara untuk menghitung tetesan infus, namun saya akan membahas cara paling umum yang sering digunakan. Pertama-tama, sobat JSI harus mengetahui beberapa hal berikut ini:

  • Volume cairan dalam satu botol infus
  • Durasi waktu infus akan diberikan
  • Ukuran set tetesan (dalam satuan tetes/mL)

Setelah Sobat JSI mengetahui ketiga hal tersebut, maka bisa menghitung tetesan infus dengan cara sebagai berikut:

Langkah 1: Menghitung kebutuhan cairan

Yang pertama perlu dilakukan adalah menghitung kebutuhan cairan pasien. Kebutuhan cairan pasien berbeda-beda tergantung dari usia, berat badan, kondisi kesehatan, dan masih banyak lagi faktor lainnya. Untuk menghitung kebutuhan cairan pasien, Sobat JSI bisa berkonsultasi dengan dokter atau menggunakan formula yang telah ada. Misalnya, untuk dewasa sehat dengan berat badan 60 kg, kebutuhan cairan dalam 24 jam adalah sekitar 1500-2000 mL.

Langkah 2: Menghitung kebutuhan cairan per jam

Setelah mengetahui kebutuhan cairan dalam 24 jam, kemudian kita harus menghitung kebutuhan cairan per jam. Caranya dengan membagi kebutuhan cairan dalam 24 jam dengan 24 jam. Misalnya, jika kebutuhan cairan dalam 24 jam adalah 1500 mL, maka kebutuhan cairan per jam adalah sekitar 62,5 mL/jam.

Langkah 3: Menghitung volume cairan dalam satu tetes

Untuk menghitung tetesan infus, kita juga harus tahu volume cairan dalam satu tetes. Volume cairan dalam satu tetes tergantung dari ukuran set tetesan. Misalnya, untuk set tetesan 20 tetes/mL, volume cairan dalam satu tetes adalah sekitar 0,05 mL.

Langkah 4: Menghitung jumlah tetesan infus

Setelah mengetahui kebutuhan cairan per jam dan volume cairan dalam satu tetes, kita bisa menghitung jumlah tetesan infus yang dibutuhkan per jam. Caranya dengan membagi kebutuhan cairan per jam dengan volume cairan dalam satu tetes. Misalnya, jika kebutuhan cairan per jam adalah 62,5 mL/jam, dan set tetesan yang digunakan adalah 20 tetes/mL, maka jumlah tetesan infus yang dibutuhkan per jam adalah sekitar 13 tetes/jam.

Langkah 5: Mengatur tetesan infus

Setelah mengetahui jumlah tetesan infus yang dibutuhkan per jam, kita perlu mengatur tetesan infus dengan benar. Caranya dengan memperhatikan skala pada set tetesan, kemudian memasang klem pada selang infus untuk mengatur laju infus yang sesuai dengan jumlah tetesan yang dibutuhkan.

Contoh Perhitungan Tetesan Infus

Agar lebih jelas, berikut contoh perhitungan tetesan infus:

Volume cairan dalam satu botol infus 500 mL
Durasi infus 8 jam
Ukuran set tetesan 20 tetes/mL
Kebutuhan cairan dalam 24 jam 1500 mL

Langkah 1: Menghitung kebutuhan cairan per jam

Kebutuhan cairan per jam = kebutuhan cairan dalam 24 jam / jumlah jam dalam 24 jam

Kebutuhan cairan per jam = 1500 mL / 24 jam

Kebutuhan cairan per jam = 62,5 mL/jam

Langkah 2: Menghitung volume cairan dalam satu tetes

Volume cairan dalam satu tetes = 1 mL / ukuran set tetesan

Volume cairan dalam satu tetes = 1 mL / 20 tetes/mL

Volume cairan dalam satu tetes = 0,05 mL

Langkah 3: Menghitung jumlah tetesan infus per jam

Jumlah tetesan infus per jam = kebutuhan cairan per jam / volume cairan dalam satu tetes

Jumlah tetesan infus per jam = 62,5 mL/jam / 0,05 mL/tetes

Jumlah tetesan infus per jam = 1250 tetes/jam

Langkah 4: Mengatur tetesan infus

Atur skala pada set tetesan sesuai dengan jumlah tetesan infus per jam, kemudian pasang klem pada selang infus untuk mengatur laju infus yang sesuai.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang terjadi jika tetesan infus terlalu sedikit atau terlalu banyak?

Jika tetesan infus terlalu sedikit, pasien bisa mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Sementara jika tetesan infus terlalu banyak, pasien bisa mengalami kelebihan cairan atau edema.

Apakah penggunaan set tetesan berbeda untuk pasien anak dan dewasa?

Ya, penggunaan set tetesan biasanya berbeda untuk pasien anak dan dewasa. Untuk pasien anak, set tetesan yang digunakan biasanya lebih kecil dan jumlah tetesan yang dibutuhkan per jam lebih sedikit.

Apakah tetesan infus selalu sama dalam setiap kasus?

Tidak, tetesan infus tidak selalu sama dalam setiap kasus. Tetesan infus tergantung dari kebutuhan cairan pasien, jenis obat yang diberikan, dan faktor-faktor lainnya.

Apakah selalu menggunakan set tetesan dalam pemberian infus?

Tidak, selain set tetesan, ada juga alat lain untuk pemberian infus seperti pompa infus atau infus dengan tekanan positif.

Kesimpulan

Cara menghitung tetesan infus sebenarnya tidak terlalu sulit jika Sobat JSI tahu langkah-langkahnya. Namun, kembali lagi pada kebutuhan cairan pasien yang harus diperhatikan agar pasien mendapatkan infus yang sesuai dengan kebutuhannya. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli keperawatan jika ada kebingungan dalam menghitung tetesan infus.

Semoga Bermanfaat dan sampai jumpa di artikel menarik lainnya!

Cuplikan video:Cara Menghitung Tetesan Infus untuk Sobat JSI